JABARKAN NEWS | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya

JABARKAN.ID.GARUT – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al Ridlwan, Desa Sukajaya, Kampung Ciawitali, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, tahun ini berlangsung dengan nuansa berbeda.

Tak hanya menggelar Tabligh Akbar, Pondok Pesantren Al Ridlwan juga menghadirkan sejumlah kegiatan sosial yang menyentuh langsung masyarakat, yakni khitanan massal bagi 22 anak serta kegiatan donor darah.

Rangkaian kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu, 12 September 2026, sebagai bentuk syiar Islam sekaligus wujud kepedulian sosial pesantren terhadap masyarakat sekitar.

Baca juga: Laporan Warga via Call Center 110, Polisi Sigap Tangani Keributan di Kadungora

Semarak Maulid Dibingkai Kepedulian Sosial

Kegiatan Tabligh Akbar menjadi salah satu agenda utama dalam peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. Momentum tersebut dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat kembali meneladani akhlak dan perjuangan Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari.

Berita terkait: Polsek Malangbong Amankan Terduga Penjual Obat Keras, 404 Butir Disita

Namun, semangat memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW tidak berhenti pada kegiatan keagamaan. Pondok Pesantren Al Ridlwan juga menerjemahkannya melalui aksi nyata yang memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Sebanyak 22 anak mengikuti khitanan massal yang digelar dalam rangkaian acara tersebut. Untuk memastikan proses khitan berjalan dengan baik, panitia menghadirkan dokter ahli dari Paseban, Tarogong, yakni dr. Tersna.

Kehadiran tenaga medis profesional tersebut menjadi bagian penting dalam memberikan pelayanan kesehatan yang aman dan optimal bagi para peserta khitanan massal.

Baca Juga  60 Karateka Ikuti Kyu Shiken KKI Kecamatan Malangbing Kabupaten Garut, Dihadiri Pengurus Provinsi hingga Anggota DPRD

Gandeng PMI dan PKM Citeras untuk Donor Darah

Selain khitanan massal, Pondok Pesantren Al Ridlwan juga menggelar aksi donor darah.

Kegiatan kemanusiaan ini terlaksana melalui kerja sama dengan PMI Kecamatan Malangbong dan PKM Citeras. Donor darah tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap sesama sekaligus mengajak masyarakat untuk berkontribusi membantu mereka yang membutuhkan darah.

Kehadiran kegiatan donor darah dalam rangkaian peringatan Maulid Nabi menunjukkan bahwa nilai-nilai keagamaan dapat diwujudkan dalam bentuk kepedulian dan aksi kemanusiaan.

Pesan Pimpinan Pondok Pesantren Al Ridlwan

Pimpinan Pondok Pesantren Al Ridlwan, Ridwan Abdul Muhajir, S.Sos., mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai momentum memperkuat keimanan, mempererat silaturahmi, serta meningkatkan kepedulian terhadap sesama.

Menurutnya, pesantren diharapkan tidak hanya menjadi tempat menimba ilmu agama, tetapi juga hadir memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Mari kita bersama-sama menjadikan momentum Maulid Nabi Muhammad SAW sebagai sarana mempererat tali silaturahmi, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, serta menumbuhkan kepedulian terhadap sesama,” ujar Ridwan Abdul Muhajir

Ia juga berharap kegiatan sosial dan keagamaan yang diselenggarakan Pondok Pesantren Al Ridlwan dapat terus berkembang dan menjadi agenda yang memberikan manfaat bagi masyarakat secara luas.

Pesantren dan Masyarakat Bersinergi

Rangkaian kegiatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Pondok Pesantren Al Ridlwan menjadi gambaran bahwa kegiatan keagamaan dapat berjalan beriringan dengan kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Kolaborasi antara pesantren, tenaga medis, PMI, PKM Citeras, serta masyarakat menjadi modal penting dalam membangun kepedulian dan kebersamaan di lingkungan Desa Sukajaya dan Kecamatan Malangbong.

Baca Juga  Perhatikan Keselamatan! Aktivitas Tebang Pohon Dekat Listrik Harus Hati-Hati

Melalui Tabligh Akbar, khitanan massal, dan donor darah tersebut, Pondok Pesantren Al Ridlwan berupaya menghadirkan peringatan Maulid Nabi yang tidak hanya semarak secara seremonial, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Semoga semangat meneladani Rasulullah SAW terus tumbuh dalam kehidupan masyarakat, dan tradisi berbagi serta membantu sesama dapat terus terjaga dari generasi ke generasi.

 

( M Sopian)

Fingerprint: Jabarkan News-3589