JABARKAN NEWS | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Personel Brimob AKP Syamsul Bahri Pulihkan Cedera Usai Tuntaskan Tugas Negara
Jabarkan.id, BOGOR – Pasimin Batalyon A Resimen 4 Korps Brimob Polri Kedunghalang, Bogor, AKP Syamsul Bahri, telah mengabdikan diri sebagai anggota Polri selama lebih dari 30 tahun dengan menjalani berbagai penugasan di sejumlah wilayah berisiko tinggi di Indonesia.
Dalam wawancara dengan Bogor Media Siber Network (BMSN), Rabu, Syamsul Bahri menceritakan perjalanan pengabdiannya sejak lulus Pendidikan Bintara Polri pada 1993. Berkat rekam jejak pengabdian yang dijalaninya, ia kemudian mengikuti Pendidikan Sekolah Perwira pada 2013.
Baca juga: Konflik Penguasaan Lahan Sukajaya, PT PMC Minta Pemerintah Turun Tangan
Sejak menjalani penugasan operasional pada 1996, Syamsul Bahri tercatat beberapa kali ditugaskan ke Papua. Selain itu, ia juga pernah bertugas di Aceh, Kalimantan, serta sejumlah daerah lain yang menjadi wilayah operasi Korps Brimob Polri.
Ia juga pernah mengikuti Ekspedisi NKRI bersama TNI lintas matra serta menjadi bagian dari personel yang bertugas pada masa akhir penugasan Indonesia di Timor Timur.
Berita terkait: Halau Anadoya Asah Mental dan Strategi di Piala Bank Jakarta 2026
Saat terjadi gejolak nasional pada 1998, Syamsul Bahri turut bertugas dalam pengamanan di Jakarta bersama personel Brimob lainnya.
Menurut dia, setiap penugasan merupakan bentuk amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab tanpa membedakan lokasi maupun tingkat risiko.
“Sejak pertama kali mengucapkan sumpah sebagai anggota Polri, saya sudah menanamkan dalam diri bahwa pengabdian kepada bangsa adalah kehormatan tertinggi. Saya tidak pernah memilih medan tugas. Di mana negara membutuhkan, di situlah saya harus hadir,” kata Syamsul Bahri.
Ia mengatakan keberhasilan dalam setiap operasi tidak terlepas dari kerja sama seluruh personel, disiplin, serta dukungan masyarakat.
“Yang paling membanggakan bagi saya adalah ketika masyarakat merasa aman dan tugas dapat diselesaikan secara humanis tanpa mengabaikan ketegasan,” ujarnya.
Penugasan terakhir yang dijalaninya adalah mengawal dan mengantarkan 750 personel Brimob baru dalam kegiatan penyematan Pin Pelopor.
Namun, pada 16 Juli 2026 dini hari, saat perjalanan pulang melintasi kawasan Jembatan Tugu Kujang, Kabupaten Bogor, kendaraan yang ditumpanginya mengalami kecelakaan.
Akibat kecelakaan tersebut, Syamsul Bahri mengalami patah tulang pada kaki kiri dan menjalani operasi pemasangan pen. Saat ini ia masih menjalani pemulihan di kediamannya.
Meski demikian, ia menegaskan semangat pengabdiannya kepada bangsa tetap tidak berubah.
“Selama negara masih memberikan kepercayaan kepada saya dan tenaga ini masih mampu, saya akan tetap mengabdi dengan penuh keikhlasan, loyalitas, dan tanggung jawab demi menjaga keutuhan NKRI serta melindungi seluruh rakyat Indonesia,” katanya.
Rekan-rekan kerja mengenal Syamsul Bahri sebagai personel yang sederhana, disiplin, serta mengedepankan pendekatan humanis dalam menjalankan tugas di tengah masyarakat. Selama bertugas, ia tetap tinggal di asrama dan memiliki rumah sederhana di Leuwiliang, Kabupaten Bogor
Baca Juga Artikel Terkait :
Simak juga: Perhutani Diduga Akan “MENGHAPUS” Kampung Cisadon




