JABARKAN NEWS | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya

 

GARUT – Semangat gotong royong masyarakat kembali menjadi kekuatan dalam menjawab persoalan infrastruktur. Warga Desa Citeras dan Desa Bunisari, Kecamatan Malangbong, Kabupaten Garut, berencana melakukan rehabilitasi jalan poros yang menghubungkan kedua desa tersebut, tepatnya di Kampung Bojong.

Ruas jalan sepanjang kurang lebih 150 meter dengan lebar 2,5 meter itu mengalami kerusakan cukup parah. Kondisi permukaan jalan yang berlubang, tidak rata dan rusaknya lapisan permukaan membuat aktivitas masyarakat terganggu, terutama saat hujan.

Baca juga: Laporan Warga via Call Center 110, Polisi Sigap Tangani Keributan di Kadungora

Melihat kondisi tersebut, masyarakat Desa Citeras dan Desa Bunisari berinisiatif melakukan rehabilitasi jalan secara swadaya dan gotong royong. Kegiatan tersebut direncanakan mulai dilaksanakan pada minggu kedua September 2026.
Kebutuhan anggaran rehabilitasi diperkirakan mencapai Rp157 juta. Pembiayaan direncanakan bersumber dari swadaya masyarakat, dukungan masyarakat kedua desa, partisipasi pelaku usaha atau pengusaha, donasi masyarakat maupun perantauan, serta sumber lain yang sah dan tidak mengikat.

Kades Citeras: Bentuk Kepedulian Bersama
Kepala Desa Citeras, Oyan, menyambut baik inisiatif masyarakat untuk memperbaiki ruas jalan tersebut. Menurutnya, kondisi jalan yang rusak memang sudah menjadi persoalan yang dirasakan langsung masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Oyan menilai semangat masyarakat untuk bergotong royong merupakan modal penting dalam mempercepat penanganan jalan yang kondisinya membutuhkan perhatian.

Berita terkait: Polsek Malangbong Amankan Terduga Penjual Obat Keras, 404 Butir Disita

“Ini merupakan bentuk kepedulian bersama. Jalan tersebut bukan hanya digunakan oleh masyarakat Citeras, tetapi juga menjadi akses penting yang menghubungkan masyarakat dengan Desa Bunisari, ujar Oyan.

Ia berharap partisipasi masyarakat, pemuda, tokoh masyarakat dan para pelaku usaha dapat terus berkembang sehingga pekerjaan rehabilitasi dapat terlaksana dengan baik.
Menurutnya, pemerintah desa akan terus mendorong koordinasi dan kebersamaan agar kegiatan tersebut berjalan secara transparan dan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Kades Bunisari Dorong Kebersamaan Dua Desa
Senada dengan itu, Kepala Desa Bunisari, Taofik Nugraha, mengatakan rehabilitasi jalan tersebut merupakan bentuk nyata kebersamaan masyarakat dari dua desa.
Menurut Taofik, keberadaan jalan yang layak sangat penting untuk menunjang berbagai aktivitas warga, mulai dari mobilitas masyarakat, akses pendidikan hingga kegiatan perekonomian.

“Semangat gotong royong seperti ini harus kita jaga. Ketika masyarakat Citeras dan Bunisari bersatu, persoalan yang dirasakan bersama bisa kita upayakan penyelesaiannya secara bersama-sama, kata Taofik.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak, termasuk para pengusaha dan masyarakat yang berada di luar daerah, dapat ikut membantu menyukseskan program tersebut.
Taofik juga menekankan pentingnya pengelolaan bantuan secara terbuka agar seluruh pihak yang berpartisipasi mengetahui penggunaan dukungan yang diberikan.

Sekmat Malangbong Apresiasi Inisiatif Masyarakat
Sementara itu, Sekretaris Kecamatan Malangbong Deden Munawar mengapresiasi inisiatif masyarakat Desa Citeras dan Desa Bunisari yang berupaya menangani kerusakan jalan melalui semangat swadaya dan gotong royong.
Menurut Deden, partisipasi masyarakat merupakan bagian penting dalam pembangunan lingkungan. Pemerintah kecamatan, kata dia, pada prinsipnya dapat memberikan dukungan sesuai kewenangan, terutama dalam koordinasi, fasilitasi, pembinaan dan pengawasan.
“Kegiatan seperti ini menunjukkan bahwa masyarakat memiliki kepedulian yang tinggi terhadap pembangunan. Semangat gotong royong harus terus dipelihara karena pembangunan bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan partisipasi seluruh elemen masyarakat, ujar Deden.

Baca Juga  Penyegaran Organisasi, Kapolres Garut Resmi Pimpin Serah Terima Jabatan Kasat Reskrim

Namun demikian, kegiatan swadaya tersebut tetap harus dilaksanakan dengan memperhatikan aspek teknis, keselamatan dan ketentuan yang berlaku sehingga hasil rehabilitasi dapat memberikan manfaat dalam jangka panjang.
Sasar 375 Meter Persegi
Rencana rehabilitasi akan menangani ruas jalan dengan panjang sekitar 150 meter dan lebar 2,5 meter, atau luas penanganan kurang lebih 375 meter persegi.
Metode dan spesifikasi teknis pekerjaan nantinya akan disesuaikan dengan kondisi lapangan serta kebutuhan konstruksi.

Selain tenaga masyarakat, panitia juga membuka ruang partisipasi dari pelaku usaha dan berbagai pihak dalam bentuk bantuan material, peralatan, transportasi, dana maupun dukungan lainnya yang sah dan tidak mengikat.
Pelaksanaan kegiatan akan mengedepankan prinsip gotong royong, transparansi, akuntabilitas dan partisipasi masyarakat.

Seluruh penerimaan maupun pengeluaran bantuan direncanakan dicatat dan dipertanggungjawabkan oleh panitia agar pelaksanaan kegiatan dapat berjalan secara terbuka.
Bukan Sekadar Memperbaiki Jalan
Rehabilitasi jalan poros Citeras-Bunisari ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi fisik jalan, tetapi juga memperkuat hubungan sosial masyarakat dua desa.

Jalan yang lebih baik nantinya diharapkan dapat memperlancar akses anak-anak menuju sekolah, memudahkan petani mengangkut hasil pertanian, memperlancar aktivitas perdagangan, serta meningkatkan mobilitas masyarakat.
Masyarakat juga berharap perbaikan tersebut dapat mengurangi risiko kecelakaan akibat jalan berlubang dan rusak.

Gerakan swadaya ini sekaligus menjadi pesan bahwa keterbatasan anggaran tidak harus menjadi alasan untuk berhenti berbuat. Dengan kebersamaan, kepedulian dan gotong royong, masyarakat dapat mengambil bagian dalam mempercepat penyelesaian persoalan yang dirasakan bersama.
Dari Kampung Bojong, semangat gotong royong warga Citeras dan Bunisari diharapkan menjadi langkah awal menuju akses jalan yang lebih aman, nyaman dan mampu menunjang pendidikan serta perekonomian masyarakat.

Baca Juga  Auto Nostalgia! Tutunggulan Sunda Ini Bikin Ingat Zaman Dulu

(Red)

Fingerprint: Jabarkan News-3531