Garut –10 April 2026 Sebuah tulisan beraksara Arab yang tertera pada batu nisan di Kampung Pasantren, Desa Bungbulang, Kabupaten Garut, mengungkap jejak sejarah penting tentang sosok ulama sekaligus tokoh pemerintahan pada masanya.

JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya

Berdasarkan hasil pembacaan dan penafsiran, inskripsi tersebut menjelaskan bahwa makam tersebut merupakan maqam Tuan Haji Abdul Karim bin Raden Tuan al-Adhim. Ia diketahui pernah menjabat sebagai Khalifah Landraad (dewan pengadilan) di Kabupaten Sukapura.

Dalam keterangan pada nisan disebutkan bahwa Tuan Haji Abdul Karim wafat pada hari Selasa dan dimakamkan pada malam Rabu, tepatnya pada tanggal 9 bulan Rajab tahun 1310 Hijriah, yang bertepatan dengan 17 Desember 1895 Masehi. Sementara itu, tahun kelahirannya tercatat pada 1213 Hijriah atau sekitar 1798 Masehi.

Dengan demikian, usia almarhum diperkirakan mencapai 100 tahun dalam hitungan Hijriah atau sekitar 97 tahun dalam kalender Masehi.

Tulisan pada nisan tersebut juga memuat doa, “Saqallahu tsarahu,” yang bermakna harapan agar Allah SWT senantiasa melimpahkan rahmat dan kesejukan bagi beliau di alam kuburnya.

Penelusuran dan pengungkapan isi tulisan ini dilakukan oleh tokoh masyarakat Bungbulang, H. Emid Hamidin bersama Oos Supyadin, seorang pemerhati sejarah dan budaya. Keduanya menilai bahwa keberadaan makam ini menjadi bukti penting peran tokoh lokal dalam sejarah pemerintahan dan keagamaan di wilayah Sukapura pada masa lampau.

Mereka berharap, informasi ini dapat menambah wawasan masyarakat sekaligus mendorong upaya pelestarian situs-situs bersejarah di Kabupaten Garut, khususnya di wilayah Bungbulang.

(Red)

Baca Juga  H.Ruhian Spd.mpd, Resmi Menakodai SMPN 1 Malangbong-Garut