Garut – Organisasi partai Partai Perindo di Kabupaten Garut yang baru mulai dibentuk kini diterpa persoalan internal. Ketidakharmonisan mencuat di tubuh kepengurusan, melibatkan Ketua, Sekretaris Jenderal (Sekjen), Wakil Ketua, hingga Bendahara.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Sumber internal menyebutkan, polemik dipicu oleh dugaan kurangnya transparansi dalam pengelolaan organisasi. Ketua dan Sekjen disebut-sebut tidak terbuka dalam menyampaikan informasi penting kepada Wakil Ketua dan Bendahara, terutama terkait kebijakan internal serta pengelolaan administrasi dan keuangan.
“Sejak awal pembentukan, komunikasi memang belum berjalan maksimal. Namun belakangan ini semakin terasa ada yang ditutup-tutupi,” ungkap salah satu Exs Bendahara Perindo Kabupaten Garut Bun Yatni
Baca juga: Silsilah Leluhur Sri Baduga Maharaja Terungkap, Jejak Panjang Menuju Berdirinya Pajajaran
Situasi ini memicu ketegangan di antara jajaran pengurus. Wakil Ketua dan Bendahara dikabarkan mulai mempertanyakan sejumlah keputusan yang dinilai tidak melibatkan seluruh unsur kepengurusan, sehingga menimbulkan rasa ketidakpercayaan.
Sementara itu, dari tingkat provinsi, pihak DPW Partai Perindo disebut belum dapat memberikan klarifikasi atau verifikasi terkait persoalan yang terjadi di Garut. Padahal, pihak Wakil Ketua dan Bendahara bersama jajaran DPC dari berbagai kecamatan dikabarkan telah berencana untuk berkunjung langsung ke kantor DPW guna menyampaikan aspirasi dan meminta penjelasan.
Berita terkait: Desa Cibunar gelar Imunisasi Campak ORI kerjasama lintas sektoral Capai Memuaskan
Namun hingga saat ini, rencana tersebut belum mendapat tanggapan dari pihak DPW, sehingga menambah kekecewaan di kalangan pengurus daerah. Kondisi ini dinilai memperkeruh situasi yang sudah memanas di internal partai.
Jika tidak segera diselesaikan, konflik internal ini dikhawatirkan akan menghambat proses konsolidasi partai di tingkat daerah, terutama mengingat struktur organisasi yang masih dalam tahap pembentukan.
Sejumlah pihak berharap adanya mediasi dan komunikasi terbuka antar pengurus agar persoalan ini tidak berlarut-larut. Konsolidasi yang solid dinilai penting untuk menjaga citra partai serta memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap keberadaan Partai Perindo di Kabupaten Garut.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Ketua maupun Sekjen terkait polemik yang berkembang di internal kepengurusan tersebut.( Team )
Simak juga: Semangat Kebersamaan, Warga Kp Baru Neglasari Gotong Royong Perbaiki Mesjid Al Muhajirin





