Garut – Pelaku UMKM hasil bumi di wilayah Malangbong menyampaikan tanggapan terkait pelaksanaan program MBG yang saat ini telah memiliki 26 dapur operasional. Mereka menilai, keberadaan dapur-dapur tersebut belum memberikan dampak signifikan terhadap penyerapan hasil pertanian lokal.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Salah satu narasumber, H. Bonang selaku penerima dan penampung hasil bumi di wilayah Malangbong, mengungkapkan bahwa hingga saat ini pasokan bahan pangan dari petani setempat masih belum terserap secara maksimal oleh dapur MBG.
“Harapan kami, dengan adanya puluhan dapur MBG ini, hasil bumi petani lokal bisa lebih diberdayakan. Namun kenyataannya, penyerapan masih minim,” ujarnya.
Padahal, jika mengacu pada Peraturan Presiden Nomor 83 Tahun 2024, program MBG tidak hanya bertujuan untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, tetapi juga diharapkan mampu mendongkrak perekonomian lokal, khususnya di sekitar wilayah operasional dapur.
Para pelaku UMKM berharap adanya evaluasi dan penyesuaian dalam pelaksanaan program tersebut, agar keberadaan dapur MBG benar-benar melibatkan dan memberdayakan petani serta pelaku usaha lokal.
“Kami ingin ada sinergi nyata. Jangan sampai program besar ini berjalan, tapi petani di sekitar justru tidak merasakan manfaatnya,” tambah H. Bonang.
Dengan adanya masukan ini, diharapkan pihak terkait dapat memperhatikan aspek pemberdayaan ekonomi lokal, sehingga tujuan utama program MBG dapat tercapai secara menyeluruh, baik dari sisi gizi maupun kesejahteraan masyarakat.





