JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya

Garut –11 April 2026 Sebuah bagan silsilah yang berjudul “Leluhur Sri Baduga Maharaja” mengungkap garis keturunan panjang tokoh besar pendiri Kerajaan Pajajaran, Sri Baduga Maharaja. Dalam bagan tersebut, terlihat jelas perjalanan genealogis yang menghubungkan sejumlah tokoh penting dalam sejarah Sunda.

Silsilah dimulai dari Linggadewata yang menjadi titik awal keturunan. Dari garis ini kemudian lahir pasangan Ajiguna Linggawisesa dengan Uma Lestari. Dari pernikahan tersebut, lahir dua keturunan utama, yakni Ragamulya dan Sunyadewata.

Baca juga: Baru Dibangun, Internal Partai Perindo Garut Sudah Dihantam Kisruh Internal

Ragamulya kemudian memiliki hubungan garis keturunan dengan Linggabuana, sosok yang dikenal gugur dalam peristiwa Bubat. Dari Linggabuana, lahir keturunan seperti Citraresmi dan Wastu Kancana. Wastu Kancana kemudian menikah dengan Mayangsari dan melahirkan beberapa keturunan penting, di antaranya Dewa Niskala, Gedeng Singapura, Gedeng Sindangkasih, hingga Gedeng Tapa.

Dewa Niskala dalam silsilah tersebut tercatat sebagai ayah dari Sri Baduga Maharaja, yang dikenal sebagai pendiri Kerajaan Pajajaran. Sementara itu, dari garis keturunan lainnya, Gedeng Sindangkasih menurunkan Ambetkasih, dan Gedeng Tapa menurunkan Subanglarang.

Berita terkait: Desa Cibunar gelar Imunisasi Campak ORI kerjasama lintas sektoral Capai Memuaskan

Di sisi lain, garis keturunan Sunyadewata mengarah kepada Bunisora Suradipati. Dari tokoh ini lahir sejumlah keturunan seperti Gedeng Kasmaya (Haji Purwa), Bratalegawa, dan Banawati yang turut memperkaya jaringan keluarga besar tersebut.

Bagan ini menunjukkan bahwa Sri Baduga Maharaja bukan hanya tokoh tunggal, melainkan bagian dari mata rantai panjang keluarga besar bangsawan Sunda yang memiliki pengaruh luas, baik dalam bidang pemerintahan, budaya, maupun sejarah.

Dengan tersusunnya silsilah ini, masyarakat dapat lebih memahami asal-usul dan hubungan antar tokoh dalam sejarah Kerajaan Sunda, khususnya dalam konteks berdirinya Pajajaran yang menjadi salah satu kerajaan besar di Tatar Sunda.

Baca Juga  Jalur Lintas Karangsari–Pakenjeng Terputus Akibat Longsor di Cigareleng Garut Selatan

Dokumen ini sekaligus menjadi pengingat akan pentingnya menjaga dan melestarikan sejarah lokal sebagai bagian dari identitas budaya bangsa. ( Red )

Simak juga: Semangat Kebersamaan, Warga Kp Baru Neglasari Gotong Royong Perbaiki Mesjid Al Muhajirin

Fingerprint: JABARKAN | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪-1444