JABARKA.ID – Sukamulya, 01 mei 2026 Kontestasi menuju kursi Kepala Desa Sukamulya resmi dimulai. Rabu (30/4/2026), panitia membuka tahapan penerimaan berkas calon dalam Pemilihan Kepala Desa Pengganti Antar Waktu (PAW)—menjadi sinyal awal bergulirnya dinamika politik di tingkat desa.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Di tengah dimulainya proses tersebut, nama Cecep Hidayat mencuri perhatian sebagai salah satu bakal calon yang lebih dulu mengambil langkah pasti. Ia hadir langsung dan menyerahkan berkas pendaftaran kepada panitia, menandai keseriusannya dalam mengikuti kontestasi.
Proses penyerahan berlangsung terbuka, disaksikan langsung oleh panitia, dan berjalan tanpa hambatan berarti. Tidak ada drama, tidak ada kendala teknis—semuanya berlangsung tertib, namun tetap sarat makna sebagai langkah awal menuju pertarungan demokrasi.
Berita terkait: Aksi Curat Berakhir! Tim Sancang Polres Garut Tangkap Pelaku Gondol Gas Melon dan Mobil
Tak ingin menyisakan celah, panitia langsung melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap dokumen yang diajukan. Verifikasi dilakukan di tempat, mulai dari kelengkapan administrasi hingga keabsahan data, demi memastikan seluruh tahapan berjalan sesuai aturan.
Langkah cepat dan teliti ini menjadi sorotan, mengingat tahapan awal sering kali menjadi titik krusial yang menentukan kelancaran proses selanjutnya. Kesalahan kecil di awal bisa berdampak besar di akhir—dan panitia tampaknya tidak ingin mengambil risiko itu.
Lebih dari sekadar proses administratif, penerimaan berkas ini menjadi gerbang utama menuju kontestasi yang lebih besar. Di sinilah awal terbentuknya peta persaingan, yang ke depan akan menentukan arah kepemimpinan Desa Sukamulya.
Dengan dimulainya tahapan ini, suhu politik lokal diprediksi akan mulai menghangat. Masyarakat kini menanti, siapa saja yang akan menyusul mendaftarkan diri, dan bagaimana konfigurasi calon akan terbentuk dalam waktu dekat.
Sorotan publik pun perlahan mengarah pada proses ini. Transparansi, profesionalitas, dan netralitas panitia menjadi kunci utama agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga. Sebab, Pilkades bukan sekadar memilih pemimpin—tetapi juga tentang menjaga kualitas demokrasi di tingkat akar rumput.
Di sisi lain, momentum ini juga menjadi ujian bagi para bakal calon untuk menunjukkan kesiapan, baik secara administratif maupun komitmen moral dalam memimpin.
Panitia sendiri berharap seluruh tahapan dapat berjalan lancar tanpa hambatan berarti, serta mampu melahirkan pemimpin desa yang tidak hanya sah secara aturan, tetapi juga memiliki integritas, visi, dan keberpihakan nyata kepada masyarakat.
Kini, langkah awal telah dimulai. Sukamulya bersiap menyambut babak baru—menuju pemimpin yang akan menentukan arah masa depan desa.
(A.Suhaya)
Simak juga: Pelepasan Siswa Kelas XII SMAS PGRI Kurnia dan SMA Terbuka di Laksanakan Cukup Meriah





