JABARKAN NEWS | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Program gentengisasi yang berlangsung di Desa Cijayanti dan Bojongkoneng, Kabupaten Bogor dilakukan secara swadaya tanpa menggunakan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).
“Gentengisasi diinisiasi oleh beberapa kelompok masyarakat,berdasarkan biaya dari masyarakat sendiri.
Program gentengnisasi digerakkan masyarakat sebagai upaya menata kawasan wisata di wilayah Cijayanti dan Bojong Koneng agar lebih rapi dan menarik bagi wisatawan yang berkunjung kesana.
Baca juga: Kontradiksi WTP BPK dan Aksi “Bersih-Bersih” KPK

Program gentengnisasi atas inisiasi masyarakat bersama pelaku usaha setempat berpartisipasi membenahi lingkungan secara mandiri dengan dukungan kolaborasi dari Pemerintah Kabupaten Bogor.
Berita terkait: Bukan 4 Jam Setelah Pemorsian, Sudaryono Tegaskan Makanan MBG Dihitung Sejak Matang
“Keinginan masyarakat di Desa Cijayanti, Desa Bojong Koneng, yang ingin membangun sebuah desa wisata di kawasan tersebut, mereka berpartisipasi bersama-sama untuk mengganti atap rumah mereka masing – masing dengan matrial atap berupa genteng yang terbuat dari tanah liat.

Menurut Bupati Bogor “Rudy Susmanto menjelaskan hingga saat ini lebih dari 400 rumah dan tempat usaha telah terlibat dalam program gentengisasi tersebut.
“Informasi terakhir kurang lebih sekitar 400 rumah, dan bukan hanya rumah, tetapi beberapa tempat usaha di jalur tersebut,” kata Rudy.
Ia menyebut kawasan tersebut kini berkembang menjadi salah satu tujuan wisata dengan banyaknya coffee shop, tempat makan, dan lokasi wisata yang tumbuh di sepanjang jalur Cijayanti dan Bojongkoneng.
Bupati Bogor “Rudy, mengatakan bahwa penataan kawasan dilakukan agar wisatawan maupun pengunjung yang datang dapat melihat lingkungan yang lebih tertata, bersih, dan nyaman.
“Mereka sepakat untuk membenahi kampungnya bersama-sama, sehingga wisatawan, tamu-tamu yang datang, bisa melihat Desa Cijayanti dan Bojongkoneng lebih rapi, lebih baik, lebih bersih,” ujar Rudy.
Baca Juga Artikel Terkait :
Simak juga: Desy Ariatie Diperiksa sebagai Terlapor, Penyidik Tunggu Hasil Puslabfor
- Kontradiksi WTP BPK dan Aksi “Bersih-Bersih” KPK
- Bukan 4 Jam Setelah Pemorsian, Sudaryono Tegaskan Makanan MBG Dihitung Sejak Matang
- Desy Ariatie Diperiksa sebagai Terlapor, Penyidik Tunggu Hasil Puslabfor
- Aksi Kamisan Solidaritas Petani Sukajaya, Mahasiswa Desak Pemkab Bogor Turun Tangan
- Konflik Penguasaan Lahan Sukajaya, PT PMC Minta Pemerintah Turun Tangan





