JABARKAN.ID – Garut 9 mei 2026. Dugaan keracunan makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMPN 1 Pakenjeng menuai sorotan publik. Sejumlah guru dan siswa dilaporkan mengalami sakit perut usai menyantap menu MBG yang didistribusikan pihak dapur/SPPG Depok pada Rabu (8/5/2026).
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Informasi yang diterima redaksi menyebutkan, menu sayuran berupa wortel, jagung dan buncis diduga sudah dalam kondisi kurang layak konsumsi atau basi. Beberapa siswa mengeluhkan sakit perut setelah mengonsumsi makanan tersebut. Bahkan seorang guru mengaku ikut mengalami gejala serupa.
“Aya 6 jalmi NU mengalami sakit perut,” tulis salah seorang guru dalam percakapan WhatsApp yang diterima wartawan.
Berita terkait: Warga Kampung Cileuleuy Desa Sukaratu Gelar Kegiatan Jumsih untuk Ciptakan Lingkungan Bersih dan Sehat
Keluhan tersebut kemudian disampaikan kepada pihak dapur MBG. Namun respons awal yang diterima dinilai kurang sigap karena hanya sebatas ucapan doa dan janji koordinasi tanpa langkah cepat menemui pihak sekolah maupun siswa yang terdampak.
“Apakah dari pihak dapur hanya dengan ucapan mendoakan saja? Padahal orang tua merasa dirugikan,” tulis pengadu dalam percakapan tersebut.
Saat dikonfirmasi, pihak dapur/SPPG Depok membantah adanya kejadian keracunan massal seperti yang beredar.
“Waalaikumsalam.. Atos di konfirmasi langsung ka sakola dan setelahnya Alhamdulillah tidak ada keracunan,” ujar pihak dapur melalui pesan WhatsApp.
Pihak dapur juga menjelaskan keterlambatan mereka datang ke lokasi disebabkan karena adanya urusan di luar.
“Adapun keterlambatan ke lokasi berkaitan karena sedang ada urusan di luar,” lanjut keterangannya.
Menurut pihak dapur, kedatangan mereka ke sekolah justru membuat pihak PIC dan kepala sekolah merasa kaget karena sebelumnya tidak ada laporan detail terkait data siswa yang disebut terdampak.
“Saat dimintai data terkait siswanya, pihak yang memberikan informasi tidak memberikan data lengkap. Padahal data tersebut dibutuhkan untuk dilakukan pemantauan terhadap siswa yang dilaporkan terindikasi keracunan,” jelasnya.
Selain itu, pihak dapur mengaku tidak menerima laporan serupa dari sekolah lain terkait menu sayur basi.
“PIC dari sekolah lain tidak ada yang mengkonfirmasi ditemukannya menu sayur basi,” tambah pihak dapur.
Meski pihak dapur telah memberikan klarifikasi, sejumlah wali murid tetap meminta adanya evaluasi menyeluruh terhadap kualitas makanan MBG, terutama soal kebersihan dan kesegaran bahan makanan.
Mereka menilai program MBG merupakan program strategis yang menyangkut kesehatan anak-anak sekolah sehingga pengawasan kualitas makanan harus benar-benar diperketat.
Hingga berita ini diterbitkan, belum ada hasil pemeriksaan resmi dari pihak kesehatan terkait dugaan gangguan kesehatan yang dialami sejumlah guru dan siswa tersebut.
(Jajang)
Simak juga: Pemasangan IPAL di Dapur MBG Jadi Syarat Wajib, BGN Tegaskan Standar Kebersihan dan Lingkungan






