Garut —21 April 2026 Pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak yang dilakukan oleh Puskesmas (PKM) Malangbong, Kabupaten Garut, mencatat capaian sebesar 92 persen dari total sasaran di 11 desa binaan. Capaian tersebut dinilai cukup tinggi, meski masih menghadapi sejumlah kendala di lapangan.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Kepala Puskesmas Malangbong, Hj. Lia, mengungkapkan bahwa belum maksimalnya capaian imunisasi disebabkan oleh masih rendahnya pemahaman sebagian masyarakat terhadap manfaat vaksin campak. Hal ini berdampak pada perlunya upaya tambahan berupa sweeping ke wilayah pelosok untuk menjangkau sasaran yang belum terlayani.
“Capaian saat ini sudah 92 persen di luar kegiatan sweeping ke daerah pelosok. Kemungkinan masih ada masyarakat yang belum sepenuhnya memahami manfaat vaksin campak,” ujar Hj. Lia saat ditemui di ruang kerjanya.
Ia menambahkan, edukasi kepada masyarakat menjadi faktor penting dalam meningkatkan partisipasi imunisasi. Oleh karena itu, pihaknya berharap adanya kerja sama yang lebih intensif antar berbagai pihak, mulai dari pemerintah desa, kecamatan, hingga tenaga kesehatan di Puskesmas.
“Kami berharap adanya sinergi lintas sektor, baik dari pemerintah desa, kecamatan, maupun pihak Puskesmas, agar program ini dapat berjalan lebih optimal,” tambahnya.
Berita terkait: Pasca Banjir, Polres Garut Lanjutkan Pembersihan Material di Karangpawitan
Meski demikian, Hj. Lia mengapresiasi hasil yang telah dicapai. Menurutnya, keberhasilan mencapai angka 92 persen tidak terlepas dari kerja sama lintas sektor yang solid.
“Capaian ini merupakan hasil kerja sama semua pihak. Berkat sinergitas lintas sektor, Puskesmas Malangbong berhasil menempati peringkat ke-7 dari seluruh Puskesmas di Kabupaten Garut,” pungkasnya.
Program ORI campak sendiri merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menekan penyebaran penyakit campak, khususnya di wilayah dengan tingkat kerentanan tinggi terhadap penularan.(Red)
Simak juga: Kolaborasi Polres Garut dan Petani, Bulog Serap 15,25 Ton Jagung





