BOGOR, 25 April 2026 — Pengurus makam di Perumahan TNI Puspa Raya, Bojong Baru, Bojonggede, Kabupaten Bogor melakukan penguatan pondasi tebing Makam Blok A sepanjang 18 meter dengan tinggi 1,60 meter sebagai langkah mitigasi longsor saat musim hujan, didanai dari kas makam dan donasi warga.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Makam Puspa Raya Jadi Fasilitas Bersama Warga
Makam yang berada di lingkungan Perumahan TNI Puspa Raya ini merupakan fasilitas pemakaman yang digunakan oleh warga Perumahan Graha Kartika Pratama dan Puspa Raya. Keberadaannya memiliki peran penting sebagai sarana sosial yang dikelola secara mandiri oleh pengurus dan masyarakat sekitar.
Seiring waktu, kondisi area makam membutuhkan perhatian khusus, terutama pada bagian kontur tanah yang rawan mengalami pergeseran saat curah hujan meningkat.
Baca juga: Banjir di Depan Kantor Desa Malangbong, Warga Soroti Drainase Sempit dan Jalan Rusak
Penguatan Struktur Tebing di Blok A
Sebagai respons terhadap potensi risiko tersebut, pengurus makam melaksanakan pembangunan pondasi tebing di Blok A. Struktur ini dibangun dengan panjang sekitar 18 meter dan tinggi 1,60 meter.
Pondasi tebing tersebut difungsikan sebagai penahan tanah dari area atas agar tidak longsor ke bagian bawah yang merupakan area pemakaman aktif. Langkah ini menjadi bagian dari mitigasi bencana skala lingkungan.
Berita terkait: Relokasi Pedagang Bogor ke Pasar Jambu, Sampah Turun
Area Rawan Longsor Saat Hujan
Kontur tanah yang bertingkat di lokasi makam membuat area tersebut cukup rentan terhadap longsor, terutama saat hujan deras berlangsung dalam waktu lama. Tanpa penguatan struktur, kondisi ini berpotensi merusak makam yang berada di bawahnya.
Oleh karena itu, pembangunan pondasi menjadi solusi prioritas yang dinilai paling efektif dalam jangka pendek.
Pembiayaan dari Swadaya dan Donatur
Pembangunan ini sepenuhnya mengandalkan anggaran dari bendahara makam serta bantuan donatur warga. Donatur berasal dari lingkungan Perumahan Graha Kartika Pratama dan Puspa Raya, dengan sebagian di antaranya memilih untuk tidak disebutkan identitasnya.
Total kebutuhan anggaran untuk proyek ini diperkirakan mencapai sekitar Rp9 juta. Dana tersebut digunakan untuk pembelian material serta kebutuhan teknis lainnya selama proses pembangunan berlangsung.
Pengerjaan Mandiri oleh Pengurus Makam
Menariknya, pembangunan pondasi tebing ini tidak melibatkan pihak luar. Seluruh proses pengerjaan dilakukan oleh tiga orang pengurus makam yang turun langsung ke lapangan.
Model kerja gotong royong ini tidak hanya menekan biaya, tetapi juga mempercepat proses pengerjaan karena dilakukan oleh pihak yang memahami kondisi lapangan secara langsung.
Pernyataan Wakil Ketua Pengurus
Wakil Ketua Pengurus Makam, Trisno Irianto, menyampaikan bahwa pembangunan ini merupakan langkah penting dalam menjaga keamanan makam.
“Ini adalah upaya kami untuk mencegah longsor dari bagian atas, khususnya saat hujan deras. Kami ingin memastikan makam tetap aman dan tidak terdampak pergeseran tanah,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa keberhasilan pembangunan ini tidak lepas dari dukungan warga yang berkontribusi sebagai donatur.
Komitmen Perawatan Berkelanjutan
Penguatan pondasi tebing ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang pengurus dalam menjaga fasilitas makam agar tetap aman dan layak.
Ke depan, pengurus akan terus melakukan evaluasi kondisi area makam, khususnya di titik-titik rawan. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir risiko kerusakan serta menjaga kenyamanan warga dalam memanfaatkan fasilitas pemakaman.
Sinergi antara pengurus dan masyarakat menjadi kunci utama dalam menjaga keberlangsungan fasilitas umum berbasis swadaya ini.
Simak juga: Banjir dan Longsor di Leuwiliang, di Desa Purasari








