BOGOR, 22 April 2026 — Camat Bojonggede Tenny Ramdhani memimpin langsung penanganan banjir yang kerap menggenangi Jalan Raya Bojonggede–Cilebut di wilayah Kedung Waringin melalui normalisasi saluran irigasi yang mengalami penyempitan dan sedimentasi, Senin (20/4/2026).

JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya

Banjir Bojonggede Dipicu Penyempitan Saluran

Banjir yang terjadi di kawasan Bojonggede disebabkan oleh terhambatnya aliran air menuju Sungai Cibeureum. Endapan lumpur serta penyempitan saluran air, terutama di bawah rel kereta, menjadi faktor utama terjadinya genangan.

Camat Bojonggede Tenny Ramdhani menjelaskan bahwa kondisi tersebut diperparah oleh penutupan sebagian saluran oleh warga.

Baca juga: Jalan CBL Amblas, Pemkab Bekasi Siapkan Perbaikan

“Penyempitan ini terjadi karena saluran sempat ditutup oleh warga untuk mencegah air masuk ke permukiman. Namun kondisi tersebut justru membuat aliran air tidak lancar dan menimbulkan genangan di jalan,” ujarnya.

Dampak Langsung ke Jalan Utama

Akibat penyempitan tersebut, air tidak dapat mengalir secara optimal sehingga meluap ke Jalan Raya Bojonggede–Cilebut. Jalan ini merupakan akses utama masyarakat, sehingga genangan air sangat mengganggu aktivitas harian.

Berita terkait: PSEL Bogor Raya Resmi Dimulai, Sampah Diolah Jadi Listrik

Normalisasi Irigasi Jadi Langkah Prioritas

Pemerintah Kecamatan Bojonggede menetapkan normalisasi irigasi sebagai langkah awal penanganan banjir. Upaya ini dilakukan untuk mengembalikan fungsi saluran agar aliran air kembali lancar.

“Normalisasi harus kita lakukan terlebih dahulu. Setelah itu, penyempitan di bawah rel bisa dibongkar agar aliran air kembali normal dan risiko banjir dapat diminimalisir,” kata Tenny.

Pengerukan Dilakukan Secara Manual

Pemerintah Kabupaten Bogor bersama pemerintah desa telah menyiapkan pengerukan sedimentasi untuk mengembalikan kapasitas saluran air.

Namun, keterbatasan akses di lokasi membuat proses pengerukan tidak dapat menggunakan alat berat. Oleh karena itu, pengerjaan dilakukan secara manual dengan melibatkan tenaga manusia.

Kolaborasi Pemerintah dan Warga

Dalam upaya mempercepat penanganan banjir, pemerintah mengajak masyarakat untuk terlibat dalam kegiatan gotong royong membersihkan saluran irigasi.

Partisipasi warga dinilai penting untuk memastikan proses normalisasi berjalan lebih cepat dan efektif.

Dukungan Armada dari DLH

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bogor turut mendukung penanganan ini dengan menyiapkan armada pengangkut seperti dump truck.

Kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut material hasil pengerukan dari lokasi, sehingga saluran dapat segera dibersihkan dan difungsikan kembali.

Dua Titik Kritis Jadi Prioritas

Tenny Ramdhani menyebut terdapat dua titik penyempitan utama yang menjadi fokus penanganan.

Perlintasan Gaperi dan Bawah Rel

Dua lokasi tersebut berada di perlintasan Gaperi serta di bawah rel kereta dekat pertigaan Kedung Waringin. Kedua titik ini dinilai menjadi penyebab utama terhambatnya aliran air.

Penanganan di titik-titik tersebut diharapkan mampu mengurangi risiko banjir secara signifikan di wilayah sekitar.

Warga Diminta Tidak Bangun di Sempadan Irigasi

Selain penanganan teknis, pemerintah juga mengingatkan masyarakat untuk tidak mendirikan bangunan di sempadan saluran irigasi.

Pelanggaran terhadap aturan ini dinilai menjadi salah satu penyebab menyempitnya saluran air yang berdampak pada meningkatnya potensi banjir.

Edukasi untuk Pencegahan Jangka Panjang

Upaya edukasi kepada masyarakat terus dilakukan agar kesadaran terhadap pentingnya menjaga fungsi saluran air semakin meningkat.

Dengan tidak menutup atau mempersempit saluran, diharapkan aliran air tetap lancar dan risiko banjir dapat diminimalisir di masa mendatang.

Normalisasi Jadi Solusi Awal Atasi Banjir

Langkah normalisasi irigasi yang dilakukan Pemerintah Kecamatan Bojonggede menjadi solusi awal dalam mengatasi banjir yang kerap terjadi.

Dengan dukungan pemerintah daerah, partisipasi masyarakat, serta penanganan yang terfokus pada titik kritis, genangan di Jalan Raya Bojonggede–Cilebut diharapkan dapat segera teratasi.

Simak juga: Rakornis TMMD Bogor, Sinergi TNI Percepat Pembangunan

Fingerprint: JABARKAN-1802