BANDUNG, 27 April 2026 — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi bersama Kementerian Perindustrian dan pelaku usaha menandatangani komitmen pengembangan industri inklusif, berdaya saing, dan berkelanjutan. Langkah ini bertujuan memperkuat ekosistem industri, meningkatkan penyerapan tenaga kerja, serta mendorong penggunaan sumber daya lokal di Jawa Barat.

JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya

Komitmen Bersama Pengembangan Industri Jabar

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, bersama Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional Kementerian Perindustrian Republik Indonesia serta pelaku usaha industri di Jawa Barat menandatangani komitmen bersama pengembangan industri inklusif.

Penandatanganan tersebut berlangsung dalam kegiatan Temu Industri Jawa Barat 2026 di Bale Gede Pakuan, Kamis (23/4/2026).

Baca juga: Dedi Mulyadi Ajak Warga Sumedang Bangga Budaya Lokal

Peran Gubernur dalam Menjaga Iklim Investasi

Dalam sambutannya, Dedi Mulyadi menegaskan peran pemerintah daerah sebagai penghubung antara pemerintah pusat dan pelaku usaha.

Ia menyatakan komitmennya menjaga stabilitas industri dari berbagai hambatan agar investasi terus mengalir ke Jawa Barat.

Berita terkait: Penghargaan Pemprov Jabar dari Metro TV dan Pikiran Rakyat

“Tugas saya sebagai Gubernur adalah mempertemukan pemerintah pusat dengan pengusaha agar permasalahan bisa diselesaikan. Saya akan bantu sampai tuntas sehingga investasi datang berbondong-bondong,” ujarnya.

Industri Jadi Tulang Punggung Ekonomi Jabar

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar, Nining Yuliastiani, menjelaskan bahwa sektor industri memiliki peran strategis dalam perekonomian daerah.

Kontribusi Besar terhadap Pertumbuhan Ekonomi

Menurut Nining, sektor industri menyumbang lebih dari 40 persen terhadap pertumbuhan ekonomi Jawa Barat.

Keberhasilan sektor ini akan memberikan efek berantai yang luas, mulai dari peningkatan lapangan kerja hingga optimalisasi pemanfaatan sumber daya lokal.

Kolaborasi Jadi Kunci Pengembangan Industri

Ia menambahkan, komitmen bersama ini bertujuan memperkuat komunikasi dan kolaborasi antar pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah pusat, daerah, hingga pelaku industri.

“Kita ingin semua stakeholder bersama-sama menyelesaikan pengembangan industri di Jawa Barat melalui kolaborasi yang kuat,” jelasnya.

Target Strategis: Tenaga Kerja hingga Industri Hijau

Dalam dokumen komitmen bersama tersebut, sejumlah target strategis ditetapkan untuk memperkuat industri Jawa Barat.

Peningkatan Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Industri didorong untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal dengan kompetensi sesuai kebutuhan industri.

Selain itu, perusahaan juga diminta menyediakan program magang guna mempersiapkan tenaga kerja yang siap pakai.

Penguatan Rantai Pasok dan UMKM

Pemanfaatan bahan baku lokal menjadi prioritas, termasuk penguatan rantai pasok melalui keterlibatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Langkah ini bertujuan mengurangi ketergantungan terhadap bahan baku impor serta memperkuat ekonomi lokal.

Penerapan Standar Industri Hijau

Industri di Jawa Barat juga diarahkan untuk menerapkan standar industri hijau dengan memperhatikan aspek lingkungan dalam operasionalnya.

Konsep ini diharapkan mampu menjaga keberlanjutan industri sekaligus melindungi ekosistem.

Dukungan Pendidikan dan Program Pemagangan

Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga berkomitmen meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui program pemagangan, khususnya bagi siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK).

Sinkronisasi Kurikulum dengan Kebutuhan Industri

Kerja sama antara sekolah dan industri telah berjalan di beberapa kawasan industri seperti KI MM2100 dan Greenland International Industrial Center.

Kurikulum disesuaikan dengan kebutuhan industri, sehingga lulusan SMK dapat langsung terserap ke dunia kerja.

Program Magang Perkuat Kesiapan Kerja

Melalui program magang, siswa diperkenalkan langsung dengan dunia industri sejak dini.

Dengan dukungan industri, diharapkan siswa mendapatkan pengalaman praktis yang relevan dengan bidang keahlian mereka.

Langkah Konkret Menuju Industri Berkelanjutan

Sebagai tindak lanjut dari komitmen bersama, Pemerintah Provinsi Jawa Barat akan menyusun rencana aksi untuk memastikan implementasi berjalan optimal.

Langkah ini diharapkan menjadi katalisator dalam mewujudkan industri Jawa Barat yang inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.

Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, Jawa Barat ditargetkan mampu menjadi pusat industri unggulan nasional yang mampu bersaing di tingkat global.

Simak juga: Rudy Susmanto Ajak Lestarikan Tradisi, Pawai Budaya Bojonggede 2026

Fingerprint: JABARKAN.ID-1945