BANDUNG, 22 April 2026 — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti persoalan banjir di Kabupaten Bandung saat Rapat Paripurna DPRD dalam rangka Hari Jadi ke-385 Kabupaten Bandung, Senin (20/4/2026), dengan menawarkan solusi strategis mulai dari pembangunan danau hingga pembenahan tata ruang.

JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya

Dedi Mulyadi Soroti Banjir Bandung

Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, yang akrab disapa KDM, menegaskan bahwa persoalan banjir di Kabupaten Bandung harus segera ditangani secara komprehensif. Ia menilai kondisi geografis Bandung yang menyerupai cekungan membuat wilayah ini rentan terhadap genangan air.

“Bandung itu harus diperbanyak danau karena Bandung itu adalah bendungan,” ujar Dedi Mulyadi.

Baca juga: Harga Elpiji Naik, Dedi Mulyadi Dorong Energi Alternatif

Menurutnya, pendekatan struktural seperti pembangunan danau menjadi salah satu solusi utama untuk menampung air hujan sekaligus mengurangi risiko banjir.

Pemprov Jabar Siap Bangun Danau Baru

Pemerintah Provinsi Jawa Barat berkomitmen membantu pembangunan danau di sejumlah titik strategis. Danau tersebut akan dibangun di lahan yang telah dibebaskan oleh Pemerintah Kabupaten Bandung.

Berita terkait: Forkopimda Bandung Gowes, Pemkot Perketat Pengawasan WFH ASN

Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas tampung air sekaligus mengendalikan aliran air saat curah hujan tinggi.

Pembenahan Tata Ruang Jadi Kunci

Selain solusi fisik, Dedi Mulyadi juga menekankan pentingnya pembenahan tata ruang sebagai akar persoalan banjir di Bandung.

Ia menilai alih fungsi lahan yang tidak terkendali menjadi penyebab utama berkurangnya area resapan air.

Alih Fungsi Lahan Disorot

Dedi menyebut banyak lahan sawah yang seharusnya menjadi daerah resapan justru berubah menjadi kawasan industri.

“Penanganan banjir, Pak Bupati dalam tahun ini melakukan perubahan tata ruang karena jujur saja, tata ruang Bandung ini salah, sawah dibuat jadi pabrik,” tegasnya.

Perubahan tata ruang ini diharapkan menjadi langkah korektif untuk mengembalikan fungsi ekologis wilayah Bandung.

Masalah Sampah Picu Banjir

Selain tata ruang, persoalan sampah juga menjadi perhatian serius dalam penanganan banjir. Sampah yang menumpuk di aliran sungai dan drainase memperparah kondisi saat hujan deras.

PLTSa Jadi Solusi Pengelolaan Sampah

Untuk mengatasi masalah tersebut, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyepakati pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) bersama sejumlah daerah di Bandung Raya.

Proyek ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah sekaligus menghasilkan energi listrik, sehingga memberikan manfaat ganda bagi lingkungan dan masyarakat.

Penghijauan Bandung Selatan Didorong

Dedi Mulyadi juga menegaskan pentingnya penghijauan di kawasan Bandung selatan sebagai upaya jangka panjang dalam mengatasi banjir.

Tanaman Keras untuk Lingkungan dan Ekonomi

Penanaman tanaman keras seperti teh dan kopi dinilai mampu meningkatkan daya serap air tanah sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem.

Selain itu, program penghijauan ini juga membuka peluang ekonomi bagi masyarakat melalui sektor pertanian dan perkebunan.

Pemkab Bandung Tekankan Kolaborasi

Sementara itu, Bupati Bandung Dadang Supriatna menegaskan bahwa penanganan banjir tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan membutuhkan kerja sama lintas wilayah di Bandung Raya.

Ia menilai kolaborasi antara pemerintah daerah, provinsi, dan masyarakat menjadi kunci keberhasilan dalam mengatasi berbagai persoalan lingkungan.

Pemberdayaan Petani Jadi Fokus

Dadang Supriatna juga sepakat dengan langkah penghijauan yang diusulkan Gubernur Jawa Barat. Ia menekankan pentingnya pemberdayaan petani dalam program tersebut.

Dengan dukungan yang tepat, petani tidak hanya berperan menjaga lingkungan, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan ekonomi mereka.

Solusi Terintegrasi untuk Masa Depan Bandung

Berbagai langkah yang diusulkan, mulai dari pembangunan danau, pembenahan tata ruang, pengelolaan sampah melalui PLTSa, hingga penghijauan, menjadi bagian dari solusi terintegrasi untuk mengatasi banjir di Bandung.

Pendekatan ini diharapkan tidak hanya menyelesaikan masalah jangka pendek, tetapi juga menciptakan sistem lingkungan yang lebih berkelanjutan.

Dengan komitmen kuat dari pemerintah dan dukungan masyarakat, Kabupaten Bandung diharapkan mampu keluar dari permasalahan banjir yang selama ini menjadi tantangan utama.

Simak juga: Kawasan Asia Afrika Diusulkan Jadi Warisan Dunia UNESCO

Fingerprint: JABARKAN-1800