BOGOR, 17 April 2026 — Pemerintah Kabupaten Bogor mempercepat pembangunan hutan kota melalui program penanaman pohon masif sejak awal 2026. Dalam empat bulan, luas hutan kota mencapai 156,44 hektare dengan 45.152 pohon tertanam sebagai upaya menghadapi perubahan iklim dan memperkuat ketahanan lingkungan daerah.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
- Program Hutan Kota Bogor Berjalan Masif dan Terstruktur
- Gerakan “Selasa Menanam” Dorong Konsistensi Penghijauan
- Landasan Hukum dan Dukungan Lintas Sektor
- Target Penanaman Serentak pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia
- Bupati Bogor Tekankan Investasi Lingkungan Jangka Panjang
- Komitmen Berkelanjutan Menuju Lingkungan Lebih Sehat
- Sumber Berita
Program Hutan Kota Bogor Berjalan Masif dan Terstruktur
Program percepatan pembangunan hutan kota di Kabupaten Bogor resmi berjalan sejak diterbitkannya Instruksi Bupati Nomor: 100.4.4.2/910-DLH pada 31 Desember 2025. Kebijakan ini menjadi pijakan utama dalam memperluas ruang terbuka hijau di seluruh kecamatan.
Dalam kurun waktu empat bulan, implementasi program menunjukkan hasil signifikan. Total luasan hutan kota yang telah terbentuk mencapai 156,44 hektare. Sementara itu, jumlah pohon yang ditanam telah menembus angka 45.152 batang.
Baca juga: Musrenbang Jabar 2027, Bekasi Usulkan 10 Program Prioritas
Capaian tersebut mencerminkan keseriusan pemerintah daerah dalam menjaga keseimbangan ekosistem serta mengurangi dampak perubahan iklim yang semakin nyata.
Gerakan “Selasa Menanam” Dorong Konsistensi Penghijauan
Penanaman Pohon Dilakukan Setiap Pekan
Untuk menjaga keberlanjutan program, Pemkab Bogor menggulirkan gerakan “Selasa Menanam”. Program ini menjadi agenda rutin mingguan yang melibatkan berbagai elemen masyarakat dan pemerintah daerah.
Berita terkait: Musrenbang Jabar 2027, Kabupaten Bogor Dorong Infrastruktur
Melalui gerakan ini, penanaman pohon dilakukan secara konsisten setiap pekan. Dengan demikian, jumlah pohon dan luas hutan kota terus meningkat secara bertahap dan berkelanjutan.
Respons Nyata Hadapi Perubahan Iklim
Program ini tidak hanya berfokus pada penghijauan semata, tetapi juga menjadi strategi konkret dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Penanaman pohon diyakini mampu meningkatkan daya serap karbon sekaligus memperbaiki kualitas udara.
Selain itu, kebijakan ini turut mendukung pengendalian emisi karbon secara berkelanjutan, sejalan dengan arah pembangunan nasional yang berbasis lingkungan.
Landasan Hukum dan Dukungan Lintas Sektor
Pelaksanaan program hutan kota ini didukung oleh regulasi yang kuat. Selain instruksi bupati, kebijakan ini mengacu pada Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang serta Peraturan Presiden Nomor 110 Tahun 2025 tentang Instrumen Nilai Ekonomi Karbon.
Dalam implementasinya, seluruh perangkat daerah dilibatkan secara aktif. Sekretaris Daerah bertindak sebagai koordinator utama program. Dinas Lingkungan Hidup memiliki peran sebagai pendamping teknis sekaligus evaluator lapangan.
Sementara itu, para camat bertanggung jawab menyediakan lahan minimal satu hektare hutan kota di setiap kecamatan. Mereka juga didorong untuk menggalang dukungan pendanaan melalui skema CSR atau Tanggung Jawab Sosial Lingkungan (TJSL).
Peran SKPD dan BUMD
Selain itu, Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) dan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) turut dilibatkan sebagai dinas pengampu. Mereka berkontribusi dalam penyediaan bibit pohon serta sarana dan prasarana pendukung.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi kunci keberhasilan percepatan pembangunan hutan kota di Kabupaten Bogor.
Target Penanaman Serentak pada Hari Lingkungan Hidup Sedunia
Program penanaman pohon telah dimulai sejak Januari 2026 dan akan mencapai puncaknya pada kegiatan Penanaman Serentak se-Kabupaten Bogor yang dijadwalkan berlangsung pada 5 Juni 2026.
Momentum tersebut bertepatan dengan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia, yang diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Jenis Pohon Bernilai Ekologis dan Ekonomi
Pohon yang ditanam dalam program ini terdiri dari berbagai jenis, mulai dari pohon cepat tumbuh, pohon endemik, hingga pohon yang memiliki nilai ekonomi dan konservasi.
Pemilihan jenis pohon ini bertujuan untuk menciptakan keseimbangan antara fungsi ekologis dan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Bupati Bogor Tekankan Investasi Lingkungan Jangka Panjang
Bupati Bogor Rudy Susmanto menegaskan bahwa keberhasilan program ini sangat bergantung pada dukungan seluruh pihak, terutama pemerintah kecamatan.
“Jika lebih dari satu hektare, sangat baik. Sementara untuk desa atau kelurahan, minimal harus memiliki kawasan hijau sebagai bagian dari penguatan lingkungan,” ujarnya.
Ia juga menekankan bahwa program hutan kota merupakan investasi jangka panjang yang manfaatnya tidak hanya dirasakan saat ini, tetapi juga oleh generasi mendatang.
“Apa yang kita tanam hari ini bukan untuk diri kita, tetapi untuk anak cucu kita. Tuhan menciptakan manusia setiap detik, tetapi dunia hanya satu kali. Kita mulai dari tanah yang kita pijak, Kabupaten Bogor, untuk Indonesia yang lebih baik,” pungkasnya.
Komitmen Berkelanjutan Menuju Lingkungan Lebih Sehat
Percepatan pembangunan hutan kota di Kabupaten Bogor menjadi bukti nyata komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kelestarian lingkungan. Program ini tidak hanya berorientasi pada penghijauan, tetapi juga pada pembangunan berkelanjutan yang berdampak luas.
Dengan kolaborasi lintas sektor dan partisipasi masyarakat, Kabupaten Bogor menargetkan terciptanya lingkungan yang lebih hijau, sehat, dan berdaya tahan terhadap perubahan iklim di masa depan.
Simak juga: PSEL Bogor Raya Segera Dibangun, Bupati Bogor Dukung Gagasan Presiden
Sumber Berita
- Pemerintah Kabupaten Bogor
- Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Bogor
- Dokumen Instruksi Bupati Bogor 2025







