CIREBON, 3 Mei 2026 — Program SERDADU yang digagas Dinas Pendidikan Kabupaten Cirebon menjadi langkah strategis dalam membangun karakter siswa melalui pembiasaan ibadah harian di sekolah. Kegiatan ini menekankan sholat berjamaah sebagai sarana membentuk disiplin, tanggung jawab, dan nilai spiritual secara berkelanjutan.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Program SERDADU Jadi Strategi Pendidikan Karakter
Program SERDADU (Serempak Sholat Dhuha dan Sholat Dhuhur Berjamaah) hadir sebagai inovasi pendidikan yang mengintegrasikan nilai keagamaan dalam aktivitas sekolah. Di bawah arahan Kepala Dinas Pendidikan, H. Roniato, S.Pd., M.M, program ini dijalankan secara serentak di berbagai satuan pendidikan.
Melalui kegiatan sholat berjamaah yang rutin, siswa dibiasakan untuk mengatur waktu, menjaga kebersihan diri, serta memahami pentingnya kedisiplinan dalam kehidupan sehari-hari. Program ini juga memperkuat hubungan sosial antar siswa melalui kebersamaan dalam ibadah.
Baca juga: Pelepasan Siswa Kelas XII SMAS PGRI Kurnia dan SMA Terbuka di Laksanakan Cukup Meriah
Pelaksanaan Rutin dan Terstruktur di Sekolah
Kesiapan Siswa dan Dukungan Lingkungan
Pelaksanaan SERDADU dilakukan setiap hari dengan melibatkan seluruh siswa tanpa terkecuali. Siswa diwajibkan membawa perlengkapan ibadah pribadi seperti mukena, sarung, dan sajadah.
Untuk mendukung kelancaran kegiatan, siswa dianjurkan sudah dalam kondisi berwudhu sejak dari rumah. Hal ini bertujuan agar proses ibadah berjalan lebih tertib, efisien, dan tidak mengganggu waktu belajar.
Berita terkait: Pengajian Rutin Hari Selasa Bahas Pentingnya Berbakti kepada Orang Tua yang Telah Wafat
Peran Sekolah dan Orang Tua
SMPN 2 Ciledug menjadi salah satu sekolah yang aktif menjalankan program ini. Kepala sekolah Gatot Budiarto, S.Pd menegaskan bahwa SERDADU telah menjadi bagian dari budaya sekolah yang terus dijaga konsistensinya.
Selain sekolah, orang tua juga memiliki peran penting. Keterlibatan orang tua dalam membiasakan anak disiplin di rumah menjadi faktor pendukung keberhasilan program ini.
Inovasi Agar Program Tidak Sekadar Rutinitas
Pendekatan Reflektif melalui Jurnal Ibadah
Agar siswa lebih terlibat secara emosional, sekolah mengembangkan Jurnal Ibadah Harian. Melalui jurnal ini, siswa tidak hanya mencatat pelaksanaan sholat, tetapi juga menuliskan refleksi pribadi setelah beribadah.
Pendekatan ini mendorong kesadaran internal siswa sehingga kegiatan tidak terasa sebagai kewajiban semata.
Peran Aktif Siswa Lewat Duta SERDADU
Sekolah juga menunjuk Duta SERDADU dari kalangan siswa. Mereka bertugas menjadi teladan, mengajak teman sebaya, serta menciptakan suasana yang lebih positif dalam pelaksanaan program.
Strategi ini dinilai efektif karena komunikasi antar siswa cenderung lebih mudah diterima.
Kegiatan Kreatif untuk Tingkatkan Antusiasme
Untuk menjaga semangat siswa, sekolah menghadirkan Pekan SERDADU Inspiratif yang diisi dengan berbagai kegiatan, seperti: – Kultum oleh siswa setelah sholat – Lomba adzan dan hafalan doa – Ceramah singkat dan kisah inspiratif
Kegiatan ini memberikan ruang bagi siswa untuk mengembangkan potensi diri sekaligus memperdalam pemahaman keagamaan.
Sistem Apresiasi Tingkatkan Konsistensi
Sekolah juga menerapkan sistem penghargaan untuk meningkatkan motivasi siswa. Penghargaan diberikan kepada kelas paling disiplin serta siswa yang konsisten mengikuti kegiatan dan membawa perlengkapan ibadah.
Pendekatan ini terbukti efektif dalam membangun kebiasaan positif secara berkelanjutan.
Dampak Nyata bagi Lingkungan Sekolah
Program SERDADU tidak hanya berdampak pada individu siswa, tetapi juga menciptakan lingkungan sekolah yang lebih religius dan kondusif. Interaksi antar siswa menjadi lebih harmonis, dan budaya disiplin semakin terbentuk.
Ke depan, program ini diharapkan mampu mencetak generasi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter kuat dan nilai moral yang tinggi.
Kesimpulan
Program SERDADU Cirebon menunjukkan bahwa pendidikan karakter dapat berjalan efektif melalui integrasi kegiatan spiritual di sekolah. Dengan dukungan semua pihak dan inovasi yang berkelanjutan, program ini menjadi model pembinaan siswa yang relevan di era saat ini.
Jurnalis : Arya Subagja
Simak juga: Test Kemampuan Akademik Anak Di Wado Sumedang





