BANDUNG, 22 April 2026 — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mendorong pemanfaatan energi alternatif berbasis kearifan lokal sebagai solusi menghadapi kenaikan harga elpiji nonsubsidi yang mulai berlaku sejak 18 April 2026 di wilayah Jawa Barat.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Dedi Mulyadi Dorong Diversifikasi Energi Berbasis Kearifan Lokal
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menilai masyarakat perlu mulai beradaptasi dengan kondisi kenaikan harga energi, khususnya elpiji nonsubsidi. Salah satu langkah strategis yang ditawarkan adalah diversifikasi energi berbasis potensi lokal.
Menurutnya, kearifan lokal yang telah lama dikenal masyarakat dapat dimanfaatkan kembali sebagai sumber energi alternatif yang lebih terjangkau dan berkelanjutan.
Baca juga: UU PPRT Disahkan, Perlindungan Pekerja Rumah Tangga Diperkuat
“Bisa mengelola kotoran sapi berubah jadi energi gas, bisa, sampah, bisa, listrik bisa,” ujar Dedi Mulyadi.
Biogas Jadi Solusi Nyata di Masyarakat
Salah satu contoh nyata pemanfaatan energi alternatif adalah biogas yang dihasilkan dari kotoran hewan, khususnya sapi. Di Kabupaten Bandung Barat, sejumlah peternak telah berhasil mengolah limbah ternak menjadi energi gas untuk kebutuhan rumah tangga.
Berita terkait: Mahkota Binokasih Dikirab di Bogor, Simbol Sunda Bangkit
Biogas tersebut mampu menghasilkan api kompor yang cukup besar dan stabil, sehingga dapat digunakan untuk memasak sehari-hari. Selain membantu mengurangi ketergantungan pada elpiji, penggunaan biogas juga dinilai ramah lingkungan karena memanfaatkan limbah organik.
Alternatif Energi Lain: Kayu Bakar hingga Kompor Listrik
Selain biogas, Dedi Mulyadi juga menyebutkan beberapa alternatif energi lain yang dapat disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Perkampungan Gunakan Kayu Bakar
Untuk masyarakat di wilayah perkampungan, kayu bakar masih menjadi pilihan yang relevan. Selain mudah diperoleh, penggunaan kayu bakar dinilai lebih ekonomis bagi sebagian warga.
Perkotaan Beralih ke Kompor Listrik
Sementara itu, bagi masyarakat di perkotaan, kompor listrik dapat menjadi solusi alternatif. Penggunaan listrik dinilai lebih praktis dan dapat menjadi pilihan di tengah fluktuasi harga gas elpiji.
“Jadi memang kita harus menyesuaikan dengan tingkat kemampuan dan kebutuhan kita,” ujar Dedi.
Harga Elpiji Nonsubsidi Resmi Naik di Jawa Barat
Kenaikan harga elpiji nonsubsidi mulai diberlakukan sejak 18 April 2026. Di wilayah Jawa Barat, harga elpiji ukuran 12 kilogram mengalami kenaikan menjadi Rp228.000 per tabung.
Sementara itu, elpiji ukuran 5,5 kilogram juga mengalami kenaikan menjadi Rp107.000 per tabung. Kenaikan ini berdampak langsung pada pengeluaran rumah tangga, terutama bagi masyarakat kelas menengah.
Elpiji Subsidi 3 Kg Tetap Stabil
Di sisi lain, pemerintah memastikan bahwa harga elpiji subsidi 3 kilogram tidak mengalami perubahan. Hal ini dilakukan untuk menjaga daya beli masyarakat kecil agar tetap stabil.
Masyarakat Dinilai Mampu Beradaptasi
Dedi Mulyadi optimistis masyarakat Jawa Barat mampu menghadapi kenaikan harga elpiji dengan mencari solusi alternatif yang lebih efisien.
Menurutnya, masyarakat Indonesia dikenal memiliki kemampuan adaptasi yang tinggi serta inovatif dalam menghadapi tantangan ekonomi.
“Saya meyakini warga Indonesia ini warga yang inovatif dan cerdas,” katanya.
Energi Alternatif Jadi Solusi Jangka Panjang
Dorongan penggunaan energi alternatif tidak hanya menjadi solusi jangka pendek menghadapi kenaikan harga elpiji, tetapi juga bagian dari strategi jangka panjang dalam menciptakan kemandirian energi.
Pemanfaatan biogas, kayu bakar, hingga listrik diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pada energi fosil serta mendukung upaya pelestarian lingkungan.
Selain itu, pengembangan energi berbasis limbah juga berpotensi membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat, khususnya di sektor peternakan dan pengelolaan sampah.
Dengan langkah ini, Jawa Barat diharapkan dapat menjadi salah satu daerah yang berhasil menerapkan sistem energi alternatif berbasis kearifan lokal secara luas dan berkelanjutan.
Simak juga: Kasus Perundungan Guru oleh Siswa, Disdik Jabar Terapkan Pembinaan







Comment