BANDUNG, 17 April 2026 — Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyepakati proyek PSEL di Sarimukti dalam Musrenbang Jabar 2026. Program ini menargetkan pengolahan 800 ton sampah per hari menjadi energi listrik guna mengurangi beban lingkungan sekaligus memperkuat pasokan energi di wilayah Bandung Raya.
JABARKAN.ID | ᮏᮘᮛ᮪ᮊᮔ᮪ Menjabarkan untuk Semua Cekas: Cekatan, Sigap, Terpercaya
Kesepakatan PSEL Bandung dalam Musrenbang Jabar 2026
Pemerintah Kota Bandung bersama Pemerintah Provinsi Jawa Barat serta sejumlah daerah di Bandung Raya menyepakati pengembangan proyek Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL) di kawasan Sarimukti, Kabupaten Bandung Barat.
Kesepakatan tersebut dicapai dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 yang berlangsung di Gedung Pakuan, Kota Bandung, pada 15 April 2026.
Baca juga: Teras Cihampelas Dievaluasi, Tunggu Izin KPK
Proyek ini melibatkan sejumlah daerah, yakni Kota Bandung, Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Cianjur, dan Kabupaten Purwakarta, sebagai bagian dari upaya penanganan sampah secara regional.
Target 800 Ton Sampah per Hari Diolah Jadi Energi
Komitmen Pemkot Bandung
Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menegaskan komitmen pemerintah kota dalam mengelola sekitar 800 ton sampah per hari melalui skema PSEL.
Berita terkait: Banjir Bandung Dipicu Sampah, 300 Kubik Diangkut
“Ini merupakan komitmen bersama antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota untuk mengatasi persoalan sampah secara regional,” ujar Farhan.
Program ini diharapkan mampu mengurangi volume sampah secara signifikan, khususnya di kawasan perkotaan yang selama ini menghadapi tekanan tinggi akibat produksi sampah harian.
Konversi Sampah Jadi Listrik
PSEL dirancang untuk mengonversi sampah menjadi energi listrik. Dengan konsep ini, sampah tidak lagi menjadi beban lingkungan semata, tetapi juga dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif.
Selain mengurangi timbunan sampah, proyek ini juga berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru dari limbah yang sebelumnya tidak termanfaatkan secara optimal.
Solusi Lingkungan dan Kebutuhan Energi
Menjawab Tantangan Pertumbuhan Ekonomi
Farhan menilai kebutuhan energi akan terus meningkat seiring dengan pertumbuhan ekonomi dan jumlah penduduk. Oleh karena itu, penguatan kapasitas energi menjadi bagian penting dalam perencanaan pembangunan daerah.
“Selama kita ingin mendorong pertumbuhan ekonomi, konsumsi energi per kapita pasti meningkat. Dengan suplai yang cukup, justru harga energi bisa lebih efisien bagi masyarakat,” ujarnya.
Dengan adanya PSEL, diharapkan pasokan energi dapat bertambah sekaligus membantu menjaga stabilitas harga energi di masa depan.
Pengurangan Emisi dan Dampak Lingkungan
Selain sebagai solusi energi, PSEL juga berperan dalam mengurangi emisi gas rumah kaca. Pengolahan sampah menjadi energi dapat menekan produksi gas metana dari tempat pembuangan akhir (TPA).
Langkah ini sejalan dengan upaya pemerintah dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dan pengendalian perubahan iklim di tingkat daerah.
Kolaborasi Regional Jadi Kunci Keberhasilan
Sinergi Lintas Pemerintahan
Kesepakatan ini menunjukkan pentingnya kolaborasi lintas wilayah dalam menangani persoalan sampah yang tidak bisa diselesaikan secara parsial.
Farhan menegaskan bahwa Musrenbang menjadi forum strategis untuk menyelaraskan program pembangunan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.
“Semua program pemerintah, baik pusat, provinsi, maupun kota dan kabupaten, wajib disinkronkan. Mulai dari aturan, program, hingga strategi pelaksanaannya,” ujarnya.
Tantangan Koordinasi dan Regulasi
Meski demikian, Farhan mengakui masih terdapat tantangan dalam koordinasi lintas kewenangan, khususnya dalam pelaksanaan proyek infrastruktur berskala besar.
Ia menyebutkan bahwa dibutuhkan terobosan kebijakan untuk mengatasi kendala regulasi yang belum sepenuhnya tersedia.
“Kadang ada hal yang harus tetap dijalankan meskipun regulasinya belum sepenuhnya tersedia. Ini membutuhkan terobosan kebijakan,” kata Farhan.
Musrenbang Jadi Forum Strategis Pembangunan
Selain membahas proyek PSEL, kegiatan Musrenbang Jabar 2026 juga diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Sinergi Pembiayaan Kesehatan.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan high level meeting antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten/kota untuk memperkuat koordinasi pembangunan daerah.
Forum ini menjadi wadah penting dalam memastikan seluruh program pembangunan berjalan terarah, terukur, dan saling terintegrasi.
Arah Baru Pengelolaan Sampah dan Energi di Jawa Barat
Kesepakatan proyek PSEL di Sarimukti menandai langkah penting dalam transformasi pengelolaan sampah di Jawa Barat. Pendekatan ini tidak hanya berfokus pada pengurangan sampah, tetapi juga pemanfaatannya sebagai sumber energi terbarukan.
Dengan kolaborasi regional yang kuat, proyek ini diharapkan menjadi model pengelolaan sampah modern yang dapat diterapkan di daerah lain di Indonesia.
Simak juga: Bedah Rumah Jabar Dimulai, 40 Ribu Unit Siap Direnovasi
Sumber Berita
- Pemerintah Kota Bandung
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat
- Dokumen Musrenbang Jabar 2026






